Nyadran 2024, Bupati Gunungkidul Hadiri Nyadran Sewu Ingkung di Blarangan
05 Juli 2024 10:50:57 WIB
(Sidorejo, 2024) Tradisi Nyadran sewu ingkung yang digelar masyarakat Padukuhan Blarangan, Sidorejo,Ponjong, Gunungkidul, Yogyakarta, Senin (26/2/2024) dihadiri oleh Bupati Gunungkidul Sunaryanta.
“Tradisi yang berumur ratusan tahun namun masih dilestarikan dapat menumbuhkan kerukunan dan rasa kebersamaan,” kata Sunaryanta dalam sambutanya.
Orang nomor satu di Gunungkidul ini mengatakan, banyak tradisi dan budaya di Gunungkidul yang masih dilestarikan. Salah satunya yang digelar di makam Raden Mas Djoyo Dikromo Secuco Ludiro.
“Saya kagum dengan semangat masyarakat dikalurahan ini. Kearifan lokal yang masih dijaga didalamnya menanamkan nilai kebersamaan yang kokoh dan gotong royong yang yang sangat luar biasa,” paparnya.
Lurah Sidorejo, Ponjong, Sidiq Nur Safii mengatakan, nyadran merupakan bentuk rasa syukur kepada yang Maha pencipta. Yang digelar setiap tahun sekali dalam tanggalan Jawa 15 Ruwah.
“Dalam nyadran ini warga masyarakat berbondong bondong membawa ayam ingkung, nasi uduk dan uborampe lainya,” jelasnya.
Menurut cerita yang dibacakan oleh panitia, nyadran ini untuk mengingat cikal bakal munculnya Padukuhan Blarangan. Karena Konon katanya di jaman dahulu ada punggowo Majapahit lari dari kerajaan. Keduanya yakni Tumenggung Wayang dan Tumenggung Sesuco Ludiro.
Mereka dikejar oleh para prajurit kerajaan, kemudian dipaksa untuk kembali. Karena menolak, akhirnya terjadi pertempuran hingga keduanya dikepung atau dikalang oleh prajurit kerajaan.
Berawal dari sana, jadilah nama Padukuhan Kalangan di Kecamatan Karangmojo. Ki Wayang saat itu sulit untuk ditaklukan. Tiga bagian tubuhnya dipisah dan membuatnya tersungkur tak berdaya lagi.
Akhirnya, Tumenggung Wayang wafat. Dengan peperangan tersebut, maka pertumpahan darah pun tejadi. Daerah itu kemudian disebut Blarangan, dari kata Mblarah Getih Blarah.
Setelah Ki Wayang wafat, Ki Sesuco Ludiro yang masih bertahan hidup kemudian mengajarkan cocok tanam dan menjadikan daerah subur makmur. Setelah sekian lama, Ki Seco akhirnya wafat dan dikebumikan di Blarangan.
“Kegiatan ini di gelar dengan pembiayaan dana desa Tahun 2024 dan swadaya gotong royong semua warga,” kata Suprapti, Ketua Panitia.
Nyadran sedekah ingkung ayam selesai jam 12.30 berjalan dengan aman hingga akhir acara.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- PERLINDUNGAN DATA PRIBADI
- STANDAR PELAYANAN TAHUN 2025
- LAPORAN TAHUNAN : LAYANAN INFORMASI PUBLIK TAHUN 2025
- SK TIM PENGELOLA SISTEM INFORMASI DESA (SID) TAHUN 2026
- LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KALURAHAN AKHIR MASA JABATAN LURAH PERIODE 2018-2026
- TAHAPAN DAN JADWAL PEMILIHAN LURAH SIDOREJO TAHUN 2026
- PERKAL RKPKAL TAHUN 2026
Komentar Terkini
-
Satria Reno ramadhani
Baik...baca selengkapnya
24 Juni 2026 10:27:40 WIB -
Nepan ganteng
KURANG KEREN ...baca selengkapnya
17 Juni 2026 11:40:59 WIB -
Hasan
...baca selengkapnya
08 Agustus 2023 17:02:02 WIB
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |









