Upacara Adat Nyadran Sewu Ingkung Tahun 2026

Admin Desa Sidorejo 04 Februari 2026 10:12:12 WIB

(Sidorejo, 2026) Ratusan warga Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong kembali menggelar tradisi tahunan Nyadran Sewu Ingkung di komplek makam Ki Tumenggung Suseco Ludiro. Berdasarkan pengumuman resmi Pemerintah Kalurahan Sidorejo, puncak upacara adat ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026.
 
Adapun kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Bapak Supriyanto, S.E., M.T., Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Gunungkidul beserta jajaran, Panewu Ponjong, Kapolsek Ponjong, Dewan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Dewan Kebudayaan Kapanewon Ponjong, serta seluruh maryarakat Padukuhan Blarangan, Sidorejo, Ponjong, Gunungkidul.
Tradisi Nyadran di Makam Raden Mas Djoyo Dikromo Sesuco Ludiro adalah ritual doa bersama dan sedekah massal seribu ayam ingkung yang dilaksanakan setiap tanggal 15 Ruwah sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur (cikal bakal) desa. Tujuannya adalah untuk mengungkapkan rasa syukur atas limpahan rezeki, melestarikan nilai sejarah lokal, serta mempererat tali silaturahmi dan gotong royong antarwarga menjelang bulan suci Ramadhan.Tradisi nyadran ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Sang Pencipta sekaligus cara untuk menghormati leluhur, khususnya Ki Tumenggung Suseco Ludiro yang diyakini sebagai sosok penting dalam sejarah berdirinya Padukuhan Blarangan. Sesuai namanya, keunikan ritual ini terletak pada penyajian ratusan hingga seribu ayam ingkung dan nasi uduk yang dibawa oleh masing-masing kepala keluarga dalam wadah tenong atau bakul kayu.
 
Acara dimulai dengan sambutan Bapak Suwarno, S.E selaku wakil dari Pemerintah Kalurahan Sidorejo, dilanjutkan laporan ketua panitia Aris Nuriyanto, AMd.Pust. Selanjutnya dibacakan sejarah singkat Upacara Adat Nyadran yang dibacakan oleh Ulu-ulu Sidorejo Budi Susanto, S.Kom. Sambutan Bupati Gunungkidul diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Bapak Supriyanto, S.E., M.T. Acara dilanjutkan dengan hikmah nyadran yang di isi oleh Kyai Agus Suhermanta S.Pd.I, MSI. Pembacaan ikrar kenduri dibawakan oleh Bapak Bedi Raharjo yang dilanjutkan doa oleh Bapak Fitri Cahyanto, S.Pd.I. Doa penutup dipimpin oleh RM. Kukuh Hertriasning. Suasana khidmat menyelimuti ribuan warga yang duduk bersila menghadap deretan ingkung yang tertata rapi. Setelah doa selesai, dilakukan prosesi kembul bujono atau makan bersama, yang menyimbolkan kerukunan, kesetaraan, dan semangat gotong royong antarwarga.
 
Lurah Sidorejo, Sidiq Nur Safi'i, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat tetap tinggi meski di tengah dinamika ekonomi, karena tradisi ini dianggap sebagai warisan budaya yang wajib di-uri-uri (dilestarikan). "Ini bukan sekadar ritual, tapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi antarwarga menjelang bulan suci Ramadan," ungkapnya dalam kesempatan serupa tahun lalu.
Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar